Di era modern yang
serba canggih,banyak orang tidak merasakan nasib saudara kita diluar
sana ternyata masih ada saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan
dukungan baik moral maupun material. Ketika saya memijakkan kaki di
sebuah desa, sangat terkejut sebab beda 180o
derajat dengan daerah asal tempat tinggalku. Walaupun demikian saya
sangat bersyukur bisa bertemu dengan desa ini, Karena ada kesan
tersendiri dibenakku. Masyarakat ramah,menjunjung tinggi nilai
kebersamaan,gotong royong,rasa peduli satu sama lain ini yang membuat
saya berkeinginan untuk merubah desa ini dimasa mendatang.
Ketika
saya berkunjung kerumah ibu ketua pkk disambut sangat ramah, dan
beliau sangat berharap demi kemajuan desa ini,agar binaan dari para
pemuda dari luar bisa memberikan stimulus tersendiri untuk masyarakat
disekitar. Dari sisi pendidikan masih sangat kurang apabila dibanding
dengan daerah kota, kurangnya infranstruktur serta jarak tempuh yang
jauh untuk mengenyam pendidikan menjadi problem utama disana
sekarang. Selain itu dukungan dari keluarga untuk mengenyam
pendidikan yang lebih tinggi juga masih sangat kurang, dan hanya
beberapa dari masyarakat saja yang dapat merubah pemikiran mereka
terhadap pentingnya sebuah pendidikan hal ini disebabkan oleh latar
belakang pendidikan orang tuanya dan cara berfikir yang masih
primitif. Sehingga disana masih banyak menikah di usia dini, padahal
dampak negatif dan terbesar dari pernikahan usia dini yakni
perceraian sangat tidak baik didalam masyarakat, akan timbul
penggangguran, belum lagi akan terjadi masalah di dalam keluarga itu
sendiri dan itu semua akan menjauhkan tali silaturrahim.
Menurut
Prof.Dr.Soerjono Soekanto, S.H.”Di
dalam keadaan normal, maka lingkungan pertama yang berhubungan dengan
anak adalah orang tuanya,saudara-saudara maupun kerabat terdekat
lazimnya mencurahkan perhatianya untuk mendidik anak, agar anak
tersebut memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang benar dan
baik,melalui penanaman disiplin dan kebebasan serta penyerasiannya.
Pada saat ini orang tua,dan saudara melakukan proses sosialisasi yang
biasanya diterapkan melalui luwes dan kasih sayang. Dan ketika
anak-anak menginjak remaja maka penanaman dari nilai-nilai tersebut
harus depertahankan”.
Selain
itu ketika saya mengajar vokal sholawat, saya sangat senang sebab
antusias dan semangat yang anak-anak dan remaja disana sangat tinggi
walaupun dalam penerimaan materi sangat lama, ini disebabkan karena
mereka kurang terlatih. Dan saya melihat bahwa anak-anak disana
mempunyai semangat yang luar biasa sehingga akan muncul bibit-bibit
baru untuk meneruskan perjuangan kedepan. Serta dari SDM yang saya
ajar mereka sangat mempunyai potensi yang luar biasa apabila dilatih
secara terus menerus dan istiqomah.
tetap semangat ya adik-adik suatu saat nanti saya akan kesana untuk kemajuan desamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar